Akhir Malam Ini

 Pada malam yang sunyinya berderu-deru
Hati bertarung melawan kejamnya pikiran
Dalam sunyi yang tiada yang menemani
Hanya sebuah tulisan yang datang sebagai teman
Tulisan ini layaknya dirimu
Hadir tanpa diminta, Sirna tanpa jejak, Kemudian kembali selayaknya anak kecil yang merengek meminta air susu

Pada malam yang dinginnya menusuk raga
Hati bertarung melawan kejamnya pikiran
Dalam sunyi yang tiada menemani
Hanya rasa memiliki yang datang sebagai teman
Rasa ini layaknya diriku
Hadir tanpa diminta, Sirna tanpa jejak, kemudian kembali selayaknya tukang panggul yang kembali kerumahnya dalam rasa penat yang teramat menyiksa

Pada malam yang dimana hanya kebingungan yang melanda
Kebingungan yang lambat laun menjadi ketakutan
Ketakutan yang lambat laun menjadi penyesalan
Kini, semua itu duduk bersila, termenung, dan meragu akan nasib apa yang akan menimpa

Komentar