Postingan

Gwen's Speech

 " mudah untuk merasa penuh harapan di hari indah seperti ini. tapi akan ada hari-hari gelap juga, ada masanya anda akan merasa kesepian. Saat itulah harapan paling dibutuhkan. Seberapa sulitnya kalian berharap atau sejauh mana kalian tersesat, berjanjilah kepada saya, bahwa kalian akan berpegang pada harapan. Teruslah berharap, kita harus bangkit dari penderitaan kita. Harapan saya untuk kalian, adalah menjadi harapan, orang-orang membutuhkan itu. Walupun kita gagal, bukankah itu cara terbaik untuk menjalani hidup? Ketika kita memandang sekitar kita hari ini, kepada semua orang yang menolong kita menjadi seperti sekarang ini, saya tahu rasanya mengucap selamat tinggal, tapi kita akan membawa kenangan satu sama lain, ke dalam bagian hidup kita berikutnya untuk mengingatkan siapa kita dan apa takdir kita." - Gwen Stacy, The Amazing Spiderman 2

Wasiat

Untuk Ruh, Pikiran, Jiwa dan Raga yang telah rusak adanya tak sudikah kau meninggalkan aku?  Karma apa yang kau tunggu atas aku agar kau mau merelakan tubuh ini? Nasib sial apa yang ingin kau saksikan atas aku agar kau sudih meludahi tubuh ini? Tak cukupkah semua yang telah terjadi ini sebagai dosa untukku? Untuk Ruh, Pikiran, Jiwa dan Raga yang telah tertawa atas ku. Aku tak punya jawaban atas semua ini, gerogotilah, geruslah cahaya mataku. Kelak nanti Izrail datang menghampiri, Dia akan menyadari daun kehidupanku sudah gugur sebelum masanya datang 

Hati

 Demi hati yang sedang kesusahan Maafkanlah diriku atas nafsu yang tak tertahan Menghiraukan segala kepedihan Mengabaikan segala perjuangan Demi seonggok pengharapan yang tiada kemantapan Terlena aku dalam buaian dunia Terhanyut aku dalam tawa dan canda Tergila aku dalam dekapan tatap dan senyum manja Duhai hati yang lara, kini kau kurus kering tak bersisa Di terbangkan engkau setinggi surga, tapi tiada pernah diajak masuk kedalamnya Di terbangkan engkau setinggi langit diangkasa, tapi tiada satupun kau dapatkan jawabannya Duhai hati yang luka ......

Akhir Malam Ini

 Pada malam yang sunyinya berderu-deru Hati bertarung melawan kejamnya pikiran Dalam sunyi yang tiada yang menemani Hanya sebuah tulisan yang datang sebagai teman Tulisan ini layaknya dirimu Hadir tanpa diminta, Sirna tanpa jejak, Kemudian kembali selayaknya anak kecil yang merengek meminta air susu Pada malam yang dinginnya menusuk raga Hati bertarung melawan kejamnya pikiran Dalam sunyi yang tiada menemani Hanya rasa memiliki yang datang sebagai teman Rasa ini layaknya diriku Hadir tanpa diminta, Sirna tanpa jejak, kemudian kembali selayaknya tukang panggul yang kembali kerumahnya dalam rasa penat yang teramat menyiksa Pada malam yang dimana hanya kebingungan yang melanda Kebingungan yang lambat laun menjadi ketakutan Ketakutan yang lambat laun menjadi penyesalan Kini, semua itu duduk bersila, termenung, dan meragu akan nasib apa yang akan menimpa

Kelambu Sore

Di sore hari yang tanahnya basah diguyur hujan Kutemukan sepotong kenangan yang selama ini kusimpan Sepotong kenangan yang menyerupai dirinya, tengah berteduh dari hujan yang membasahi diri Dibaluti sepotong kain putih dan kebaya khas jawa, dia tampak cantik memikat hati Tak kuat diri ini untuk memalingkan mata Di sore hari yang langitnya dipenuhi guntur yang bersahut-sahutan Sejenak memoriku terpanggil akan sebuah kenangan Suaranya.. Geraknya.. Matanya.. Semua persis terlihat seperti dirinya yang telah hilang dari dekapan Semakin larut aku terbawa memori, semakin membatu pula raga ini Membatu dan mati dalam bayang-bayang dirimu yang telah hilang Di sore hari yang mengkhawatirkan ini Tuhan masih belum mengizinkanku untuk terlepas dari dirimu Dia masih ingin sedikit lebih lama mencampur adukkan hatiku pada dirimu yang selalu berhasil membuatku tetap jatuh hati

Manusia

Aku adalah Manusia Terlahir karna cinta, Berakhir karna usia Aku adalah Manusia Saat itu aku dicinta, Sekarang hanya tersisa luka Aku adalah Manusia Menunggu waktu penghakiman atas apa yang telah kulakukan Apa enaknya jadi Manusia? Selalu berharap tentang apa yang akan datang Selalu berharap tentang apa yang telah berlalu Apa enaknya jadi Manusia? 24 Jam berlalu, tak ada satupun untuk diri sendiri Apa enaknya jadi Manusia? Mata terpejam dan hidupmu pun berlalu

Bintang Malam

 Wahai Bintang malam Datang dan dengarkanlah Salam perpisahan hangat dari seorang Anak Adam Terhuyung-huyung berjalan di lorong gelap Tersesat dalam ruang antara hidup dan mati Berderai air mata dan berbalut kain putih Wahai Bintang malam Datang dan sampaikanlah Secuil harapan cinta dari seorang Anak Adam Seperti setetes embun pagi Cintanya ada, tapi tidak pernah di hiraukan Terendap bersama ribuan air mata dan penyesalan Tersimpan kaku tanpa arah serta tujuan Wahai Bintang malam Genggam dan bawalah harapanku, Sang Anak Adam Terbang jauh menembus awan Karna mungkin hanya disanalah harapanku dapat terbalaskan