Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2021

Sebuah Pengakuan Diri

 Cahaya rembulan begitu indah malam ini Bagaikan hamparan perak yang berkilauan mengitari bumi Dengan dingin nan suci Sepi di dalam hati Pada setiap rindu yang mendiami hati Kutuliskan semua pada sebuah kertas putih Rayuan manja yang takkan bisa kumiliki walaupun tak perduli berapa lama kumenghadap kepada Ilahi Di setiap malam sepi yang kulalui Kuterbayang wajahmu Kuterbayang suaramu Kubiarkan diri ini hanyut terbawa memori Mengenang dirimu yang takkan bisa kumiliki Wahai Pujaan Hati, Aku masih mencintaimu sampai saat ini

Memori Lampau

Pada keheningan pagi yang dingin nan sepi Tebersit lagi sebuah kata yang lahir dari kemurnian hati Mengalir deras bagaikan air terjun berderu sedih Tak jarang juga ingatan itu terputus-putus, seakan enggan dikasihani Tapi kali ini, dia layaknya sebuah fakir yang mengerang minta di kasihi Sunyi ini merdu seketika Terhiasi dengan tangisan dan rintihan Senyum manis dan tawamu kembali terpercik dalam ingatan Membuatku seraya tak kuasa menahan segala kesedihan Aku terkulai layu Mengingat dirimu yang sekarang Sudah enggan menolehkan wajah kepadaku